Menjelajahi Dunia Kampus: Petualangan dan Inspirasi di Telkom University

 


Nama: Muhammad Dylan Agus Salim
Nim: 101102400049
Prodi / Fakultas: Teknik Komputer / Teknik Elektro
instigator: 05-Henry Ford


Telkom University Surabaya membuka Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dengan semangat yang tinggi, memberikan pemaparan menyeluruh mengenai visi, misi, dan nilai-nilai yang akan menjadi pedoman para mahasiswa dalam perjalanan akademik mereka. Selama tiga hari intensif, mahasiswa baru diperkenalkan dengan kebudayaan kampus, layanan pendukung, inovasi teknologi terkini, serta persiapan mental yang esensial untuk menghadapi tantangan global di era digital.

Hari 1: Pemahaman Mendalam tentang Pendidikan dan Budaya di Telkom University Pada hari pertama PKKMB, suasana kegairahan terasa kuat ketika Prof. Dr. Tri Arief Sardjono, S.T., M.T., Direktur Telkom University Surabaya, memberikan sambutan. Beliau memaparkan gambaran umum tentang universitas yang dikenal sebagai pelopor dalam inovasi teknologi dan pendidikan berkualitas. Prof. Tri Arief menekankan komitmen universitas untuk tidak hanya mencetak lulusan yang siap kerja, tetapi juga pemimpin masa depan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi pesat di era Revolusi Industri 4.0 menuju Era 5.0. Beliau menyatakan bahwa universitas ini fokus pada integrasi antara teknologi dan pendidikan, mendorong inovasi dan kolaborasi antardisiplin ilmu.

Budaya Higher Education Institution (HEI) Sesi ini mengeksplorasi budaya Higher Education Institution (HEI) yang menjadi dasar nilai-nilai di Telkom University. Budaya ini menekankan integritas, kolaborasi, dan keunggulan dalam setiap aspek kehidupan akademik. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan soft skills seperti kepemimpinan, komunikasi efektif, dan etika. HEI di Telkom University mencakup serangkaian kegiatan yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kreatif, bekerja dalam tim, dan mengoptimalkan potensi mereka baik dalam konteks akademis maupun sosial. Mahasiswa didorong untuk memandang kehidupan kampus sebagai lebih dari sekadar pembelajaran di kelas, melainkan juga sebagai sarana untuk berkontribusi pada masyarakat melalui inovasi dan pengabdian.

Pemaparan Layanan Kemahasiswaan

Layanan Kesehatan: Telkom University menyediakan fasilitas kesehatan yang komprehensif, termasuk klinik kampus yang dilengkapi untuk menangani kondisi medis dasar dan darurat. Fasilitas ini bekerja sama dengan rumah sakit lokal untuk memastikan bahwa mahasiswa memiliki akses ke perawatan spesialis jika diperlukan. Layanan ini juga mencakup program kesehatan preventif, seperti vaksinasi dan seminar kesehatan, yang bertujuan untuk menjaga kesehatan mahasiswa secara proaktif.

Konseling Psikologis: Mengingat pentingnya kesehatan mental, universitas menawarkan layanan konseling yang dikelola oleh psikolog dan konselor profesional. Layanan ini tidak hanya membantu mahasiswa yang mengalami tekanan akademik, tetapi juga masalah pribadi, seperti kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan kampus, masalah relasional, dan lainnya. Selain sesi konseling individu, universitas juga mengadakan workshop dan seminar tentang manajemen stres, teknik relaksasi, dan pembentukan kebiasaan belajar yang efektif.

Fasilitas Olahraga dan Rekreasi: Telkom University menyediakan berbagai fasilitas olahraga, termasuk lapangan sepak bola, lapangan basket, gym, dan kolam renang, yang tidak hanya mendukung kegiatan fisik tetapi juga acara kompetitif dan rekreasi. Universitas menyadari pentingnya keseimbangan antara kegiatan akademik dan fisik, sehingga menyediakan instruktur dan program olahraga yang dapat membantu mahasiswa mengembangkan fisik dan mental yang sehat.

Pemaparan Igracias, LMS, dan Puti

Igracias: Platform digital ini adalah pintu gerbang mahasiswa untuk mengakses informasi akademik, mengelola jadwal, mendaftar kursus, dan mengakses materi pembelajaran. Igracias dirancang untuk memudahkan pengelolaan kehidupan akademik dari satu titik akses, mendukung transparansi dan efisiensi dalam komunikasi antara mahasiswa dan administrasi universitas.

Learning Management System (LMS): LMS di Telkom University adalah sistem yang terintegrasi dengan kurikulum universitas, menyediakan platform untuk dosen mengunggah materi kuliah, tugas, dan pengumuman. Ini juga memfasilitasi diskusi online, ujian, dan penilaian, membuat proses pembelajaran lebih interaktif dan dapat diakses dari mana saja.

Puti: Merupakan aplikasi yang mendukung kegiatan ekstrakurikuler dan non-akademik, seperti pendaftaran klub, organisasi mahasiswa, dan kegiatan sukarela. Puti juga menyediakan platform untuk mahasiswa mengelola proyek-proyek riset dan inovasi, mendukung kolaborasi antar disiplin ilmu dan pengembangan profesional mahasiswa.

Materi Kesehatan Mental oleh Ibu Toetiek Septriasih, M.Psi

Dalam sesi yang diisi oleh Ibu Toetiek Septriasih, M.Psi, mahasiswa baru di Telkom University diberikan pemahaman mendalam tentang kesehatan mental yang merupakan komponen krusial dari keberhasilan akademik dan kesejahteraan pribadi. Fokus utama sesi ini adalah membekali mahasiswa dengan alat dan sumber daya untuk mengelola stres, kecemasan, dan depresi—yang sering kali menjadi tantangan utama selama masa studi.

Pengenalan dan Pencegahan: Ibu Toetiek memulai dengan mengedukasi mahasiswa tentang gejala umum gangguan kecemasan dan depresi, serta bagaimana mengenali tanda-tanda awal ketidakseimbangan mental pada diri sendiri dan orang lain. Beliau menekankan pentingnya kesadaran diri dan literasi kesehatan mental sebagai langkah pertama dalam pencegahan.

Strategi Manajemen Stres: Dengan menggunakan kombinasi dari presentasi visual dan aktivitas interaktif, Ibu Toetiek mengajarkan teknik-teknik manajemen stres yang praktis. Ini termasuk teknik pernapasan, mindfulness, dan meditasi, serta kegiatan fisik yang dapat membantu menurunkan tingkat stres. Mahasiswa juga diajarkan tentang pentingnya rutin tidur yang baik, nutrisi, dan jadwal belajar yang terorganisir untuk menjaga kesehatan mental.

Sumber Daya Dukungan: Lebih lanjut, sesi ini juga memperkenalkan berbagai sumber daya dukungan yang tersedia di universitas, termasuk konseling individu dan grup, workshop kesehatan mental, dan program bimbingan peer. Ibu Toetiek menjelaskan prosedur untuk mengakses layanan konseling di kampus dan memotivasi mahasiswa untuk tidak ragu mencari bantuan profesional ketika menghadapi masalah kesehatan mental.

Pembentukan Komunitas Dukungan: Sesi ini juga menekankan pentingnya membangun komunitas dukungan di antara mahasiswa, di mana mereka dapat saling membantu dan memberikan dukungan emosional. Ibu Toetiek mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi dalam klub dan aktivitas sosial sebagai cara untuk membangun jaringan pendukung dan mengurangi perasaan isolasi.

Wawasan Kebangsaan: Menanamkan Semangat Nasionalisme

Sesi ini dilakukan melalui kombinasi ceramah dan diskusi panel yang melibatkan beberapa pemateri, termasuk dosen dan praktisi yang ahli dalam bidang teknologi dan inovasi sosial. Fokus sesi adalah integrasi nilai-nilai nasionalisme dalam kerangka penggunaan teknologi untuk pembangunan sosial dan ekonomi Indonesia.

Teknologi sebagai Alat Pembangunan: Para pemateri mengeksplorasi contoh konkret bagaimana teknologi telah digunakan untuk mengatasi berbagai tantangan sosial di Indonesia, seperti inovasi dalam agrikultur untuk meningkatkan produksi pangan, penggunaan teknologi informasi untuk pendidikan di daerah terpencil, dan penerapan sistem teknologi untuk memperkuat infrastruktur nasional.

Pengurangan Kesenjangan Sosial: Diskusi ini juga membahas bagaimana teknologi dapat memainkan peran dalam mengurangi kesenjangan sosial dengan menyediakan akses yang lebih luas kepada pendidikan dan kesempatan ekonomi. Ini termasuk pengenalan kepada inisiatif pemerintah dan swasta yang telah berhasil menggunakan teknologi untuk memberdayakan komunitas marginal.

Kewarganegaraan Digital: Sebuah komponen penting dari sesi adalah konsep 'kewarganegaraan digital', di mana mahasiswa diajak untuk memikirkan tanggung jawab mereka sebagai warga negara dalam menggunakan teknologi secara etis dan bertanggung jawab. Diskusi ini menyoroti bagaimana mahasiswa dapat berkontribusi pada pembangunan nasional melalui inovasi yang berkelanjutan dan inklusif.

Kontribusi Mahasiswa untuk Nasionalisme Teknologi: Para mahasiswa diberikan platform untuk mengajukan ide dan proyek yang dapat mendukung visi Indonesia 2045, sebuah inisiatif nasional untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur melalui penerapan teknologi yang inovatif dan inklusif.

Sesi ini ditutup dengan pesan bahwa sebagai bagian dari generasi yang akan mengambil alih kepemimpinan di masa depan, mahasiswa Telkom University memiliki peranan penting dalam memanfaatkan teknologi untuk kemajuan bangsa, sejalan dengan nilai-nilai nasionalisme dan kebhinekaan.

Hari 2: Menatap Masa Depan di Era 5.0

Hari kedua dari Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Telkom University Surabaya mengedepankan tema "Menatap Masa Depan di Era 5.0". Fokus hari ini adalah mengembangkan pola pikir yang resilien dan adaptif di tengah laju perubahan teknologi yang semakin cepat, serta memahami pentingnya kecerdasan sosial dan empati dalam penerapan teknologi.

Pengembangan Pola Pikir untuk Era 5.0

Sesi pertama hari ini dibuka dengan diskusi panel yang melibatkan beberapa tokoh pendidikan dan teknologi. Para pembicara mengulas tentang perubahan paradigma dalam pendidikan tinggi yang dituntut oleh kecepatan inovasi di era digital. Mereka menekankan bagaimana teknologi tidak hanya mengubah cara kita belajar, tetapi juga bagaimana kita berinteraksi dalam masyarakat. Lebih dari itu, sesi ini menyentuh tentang bagaimana mahasiswa dapat mengembangkan empati dan kecerdasan sosial untuk memastikan bahwa penggunaan teknologi mereka bertanggung jawab dan inklusif.

Presentasi Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Pola Pikir Prestatif

Selanjutnya, sesi kedua difokuskan pada pengembangan kemampuan akademis dan inovatif melalui Lomba Karya Tulis Ilmiah. Peserta diajak untuk mengembangkan ide-ide yang bisa memberikan solusi nyata untuk masalah-masalah sosial, lingkungan, dan teknologi. Dalam konteks ini, mahasiswa diperkenalkan dengan metodologi penelitian dasar, cara menulis proposal yang efektif, dan pentingnya kritis serta inovatif dalam memandang masalah. Kesempatan ini bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai platform untuk melatih dan memperkuat pola pikir prestatif—yakni kemampuan untuk melihat kegagalan sebagai bagian dari proses belajar dan inovasi.

Materi “Embrace Your Confidence” oleh Bapak Tectony Rachman

Bapak Tectony Rachman, seorang ahli motivasi dan pengembangan diri, mengisi sesi berikutnya dengan tema “Embrace Your Confidence”. Melalui sesi ini, Bapak Tectony mengajak mahasiswa untuk memahami dan mengatasi hambatan psikologis yang seringkali menghalangi kesuksesan, seperti rasa takut akan kegagalan dan rendah diri. Dengan menggunakan contoh dari pengalaman pribadi dan profesional, beliau memberikan wawasan tentang cara-cara meningkatkan kepercayaan diri, pentingnya menjaga sikap positif, serta strategi untuk menjaga kesehatan mental dan fisik sebagai aset penting dalam menghadapi tantangan akademik dan profesional.

Hari 3: Teknologi dan Inovasi sebagai Penggerak Masa Depan di Telkom University Surabaya

Perkenalan Organisasi Mahasiswa

Hari ketiga PKKMB di Telkom University Surabaya membuka dengan sesi intensif yang memperkenalkan struktur organisasi mahasiswa, yang meliputi Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan Himpunan Mahasiswa (HIMA) dari 11 program studi yang berbeda. Sesi ini tidak hanya sekedar perkenalan namun juga sebagai platform untuk memahami bagaimana struktur ini berfungsi dalam mendorong keterlibatan mahasiswa dalam berbagai inisiatif kampus dan luar kampus.

DPM dan BEM: Fokus diberikan pada bagaimana organisasi-organisasi ini beroperasi untuk mewakili kepentingan mahasiswa, mengorganisir kegiatan yang mempromosikan kegiatan akademik dan sosial, serta mengembangkan keterampilan kepemimpinan mahasiswa. Mahasiswa diinformasikan tentang cara mereka bisa berkontribusi dan mengambil peran aktif dalam organisasi ini untuk mendapatkan pengalaman praktis dalam kepemimpinan dan manajemen.

HIMA: Setiap program studi memiliki Himpunan Mahasiswa yang terlibat dalam mengembangkan kompetensi khusus sesuai dengan disiplin ilmu mereka. Melalui HIMA, mahasiswa dapat terlibat dalam proyek-proyek penelitian, kompetisi ilmiah, dan kegiatan yang meningkatkan keterampilan profesional yang relevan dengan bidang studi mereka.

Pemaparan Materi Teknologi dan Inovasi

Tema besar untuk sesi teknologi adalah "Forward-Thinking and Tech-Savvy Individuals are Ready for the Future". Dalam sesi ini, para peserta diperkenalkan dengan inovasi terbaru yang telah dikembangkan oleh mahasiswa dan dosen Telkom University.

Proyek Inovasi:

  • Smart Tani: Proyek ini menunjukkan penggunaan teknologi dalam pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Smart Tani menggunakan teknologi Internet of Things (IoT) untuk memantau dan mengatur distribusi air dan nutrisi ke tanaman secara otomatis.
  • LeFeeder untuk Perikanan: Inovasi ini berfokus pada pemberian pakan ikan secara otomatis yang dapat menyesuaikan frekuensi dan jumlah pakan berdasarkan kebutuhan ikan, yang dipantau melalui sensor.
  • Smart Farming untuk Ayam: Mengintegrasikan teknologi untuk memantau kesehatan dan kondisi ayam, memastikan bahwa lingkungan kandang optimal untuk pertumbuhan ayam.

Pengembangan Desa dan Kota Pintar: Kerjasama dengan Adides dan aplikasi teknologi dalam proyek desa pintar untuk memajukan pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat. Ini termasuk penerapan prinsip-prinsip sustainability dan circular technology dalam mengelola sumber daya dan limbah.

Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual, Kode Etik, dan Syarat Kelulusan

Sesi ini sangat kritis dalam membangun kesadaran dan komitmen terhadap lingkungan akademik yang aman dan kondusif. Telkom University menegaskan kembali kebijakannya yang keras terhadap segala bentuk kekerasan seksual melalui pemaparan kebijakan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).

PPKS:

  • Dasar Hukum dan Prinsip: Universitas mengikuti pedoman hukum yang ketat dan berprinsip pada keadilan dan kesetaraan gender, menekankan kepentingan terbaik bagi korban.
  • Sasaran PPKS: Program ini melibatkan mahasiswa, pendidik, tenaga kependidikan, serta warga kampus dan masyarakat umum yang berinteraksi dengan universitas.

Kode Etik dan Syarat Kelulusan:

  • Transkrip Aktivitas Kemahasiswaan (TAK): Dijelaskan cara mendapatkan TAK yang mencatat partisipasi dalam kegiatan non-akademik sebagai persyaratan kelulusan.
  • Indeks Keaktifan Kumulatif (IKK): Mahasiswa didorong untuk aktif dalam kegiatan kampus sebagai bagian dari evaluasi mereka.

Keseluruhan sesi di hari ketiga ini tidak hanya meningkatkan kesadaran tentang potensi aplikasi teknologi tetapi juga menanamkan nilai-nilai etik dan tanggung jawab sosial. Ini merupakan penutup yang kuat untuk PKKMB, menyiapkan mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang mereka butuhkan untuk menjadi pemimpin dan inovator di masa depan yang bertanggung jawab dan etis.

Pesan dan Kesan PKKMB Telkom University Surabaya 2024

Menginjakkan kaki pertama kali di kampus Telkom University Surabaya, saya langsung merasakan getaran penuh inspirasi—seolah setiap sudut kampus berbisik tentang inovasi dan kemungkinan. PKKMB 2024 bukan hanya sebuah orientasi; itu adalah portal menuju era baru, sebuah ajang di mana setiap sesi, setiap kata, membuka pikiran kami menuju masa depan yang tak terbatas.

Pesan:

Dari hari pertama, suasana penuh antusiasme menyelimuti setiap momen. Sambutan hangat dari para senior dan staf, kombinasi sempurna antara pengetahuan akademik dan keterampilan praktis yang disajikan, serta kejelasan visi universitas untuk masa depan teknologi dan inovasi, semua itu memberikan energi yang berbeda. Kami tidak hanya diajarkan tentang teori-teori yang akan kami pelajari lebih lanjut, tetapi juga tentang bagaimana mengaplikasikan ilmu tersebut untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat.

Sesi tentang kecerdasan sosial dan teknologi pada hari kedua membuka mata saya terhadap tanggung jawab sosial yang kami miliki sebagai generasi mendatang. Melihat bagaimana teknologi bisa digunakan untuk kebaikan umum, untuk membangun bukan hanya karir yang sukses tetapi juga masyarakat yang lebih adil dan berkelanjutan, sungguh memotivasi.

Kesan:

Pada hari ketiga, saat kami mendalami lebih jauh tentang inovasi yang telah dihasilkan oleh mahasiswa dan dosen—dari Smart Farming hingga inisiatif Smart Village—saya merasa bangga dan terhormat bisa menjadi bagian dari komunitas akademis yang tidak hanya mengajarkan kami cara membuat perbedaan tetapi juga memberi kami alat untuk melakukannya.

Keseriusan Telkom University dalam menangani isu-isu seperti kekerasan seksual dan pentingnya kode etik dan integritas akademik sangat menggugah. Ini menunjukkan bahwa kami berada di tempat yang tidak hanya mendorong kecemerlangan akademis tetapi juga keutuhan moral dan keadilan sosial.

Dengan berakhirnya PKKMB, saya tidak hanya membawa pulang pengetahuan dan inspirasi, tetapi juga kepercayaan diri dan komitmen yang baru. Saya merasa dilengkapi, didukung, dan diinspirasi oleh setiap orang yang saya temui. Dengan tulus saya dapat mengatakan bahwa PKKMB 2024 bukan sekadar pengenalan; itu adalah deklarasi dari perjalanan mendebarkan yang akan kami lakukan sebagai mahasiswa di Telkom University, di mana teknologi dan nilai kemanusiaan bersatu untuk merancang masa depan.

Terima kasih, Telkom University, atas pengalaman luar biasa ini. Saya siap untuk memanfaatkan setiap peluang, mengatasi setiap tantangan, dan berkontribusi penuh pada perjalanan inovatif yang telah Anda persiapkan untuk kami.

 


Comments