Menjelajahi Dunia Kampus: Petualangan dan Inspirasi di Telkom University
Telkom University
Surabaya membuka Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru
(PKKMB) dengan semangat yang tinggi, memberikan pemaparan menyeluruh mengenai
visi, misi, dan nilai-nilai yang akan menjadi pedoman para mahasiswa dalam
perjalanan akademik mereka. Selama tiga hari intensif, mahasiswa baru
diperkenalkan dengan kebudayaan kampus, layanan pendukung, inovasi teknologi
terkini, serta persiapan mental yang esensial untuk menghadapi tantangan global
di era digital.
Hari 1: Pemahaman
Mendalam tentang Pendidikan dan Budaya di Telkom University
Pada hari pertama PKKMB, suasana kegairahan terasa kuat ketika Prof. Dr. Tri
Arief Sardjono, S.T., M.T., Direktur Telkom University Surabaya, memberikan
sambutan. Beliau memaparkan gambaran umum tentang universitas yang dikenal
sebagai pelopor dalam inovasi teknologi dan pendidikan berkualitas. Prof. Tri
Arief menekankan komitmen universitas untuk tidak hanya mencetak lulusan yang
siap kerja, tetapi juga pemimpin masa depan yang mampu beradaptasi dengan
perkembangan teknologi pesat di era Revolusi Industri 4.0 menuju Era 5.0.
Beliau menyatakan bahwa universitas ini fokus pada integrasi antara teknologi
dan pendidikan, mendorong inovasi dan kolaborasi antardisiplin ilmu.
Budaya Higher Education
Institution (HEI) Sesi ini mengeksplorasi budaya Higher
Education Institution (HEI) yang menjadi dasar nilai-nilai di Telkom
University. Budaya ini menekankan
integritas, kolaborasi, dan keunggulan dalam setiap aspek kehidupan akademik. Mahasiswa
didorong untuk mengembangkan soft skills seperti kepemimpinan, komunikasi
efektif, dan etika. HEI di Telkom University mencakup serangkaian kegiatan yang
mendorong mahasiswa untuk berpikir kreatif, bekerja dalam tim, dan
mengoptimalkan potensi mereka baik dalam konteks akademis maupun sosial.
Mahasiswa didorong untuk memandang kehidupan kampus sebagai lebih dari sekadar
pembelajaran di kelas, melainkan juga sebagai sarana untuk berkontribusi pada
masyarakat melalui inovasi dan pengabdian.
Pemaparan Layanan
Kemahasiswaan
Layanan Kesehatan:
Telkom University menyediakan fasilitas kesehatan yang komprehensif, termasuk
klinik kampus yang dilengkapi untuk menangani kondisi medis dasar dan darurat.
Fasilitas ini bekerja sama dengan rumah sakit lokal untuk memastikan bahwa
mahasiswa memiliki akses ke perawatan spesialis jika diperlukan. Layanan ini
juga mencakup program kesehatan preventif, seperti vaksinasi dan seminar
kesehatan, yang bertujuan untuk menjaga kesehatan mahasiswa secara proaktif.
Konseling Psikologis:
Mengingat pentingnya kesehatan mental, universitas menawarkan layanan konseling
yang dikelola oleh psikolog dan konselor profesional. Layanan ini tidak hanya
membantu mahasiswa yang mengalami tekanan akademik, tetapi juga masalah
pribadi, seperti kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan kampus, masalah
relasional, dan lainnya. Selain sesi konseling individu, universitas juga
mengadakan workshop dan seminar tentang manajemen stres, teknik relaksasi, dan
pembentukan kebiasaan belajar yang efektif.
Fasilitas Olahraga dan
Rekreasi: Telkom University menyediakan berbagai fasilitas
olahraga, termasuk lapangan sepak bola, lapangan basket, gym, dan kolam renang,
yang tidak hanya mendukung kegiatan fisik tetapi juga acara kompetitif dan
rekreasi. Universitas menyadari pentingnya keseimbangan antara kegiatan
akademik dan fisik, sehingga menyediakan instruktur dan program olahraga yang
dapat membantu mahasiswa mengembangkan fisik dan mental yang sehat.
Pemaparan Igracias, LMS,
dan Puti
Igracias:
Platform digital ini adalah pintu gerbang mahasiswa untuk mengakses informasi
akademik, mengelola jadwal, mendaftar kursus, dan mengakses materi
pembelajaran. Igracias dirancang untuk memudahkan pengelolaan kehidupan
akademik dari satu titik akses, mendukung transparansi dan efisiensi dalam
komunikasi antara mahasiswa dan administrasi universitas.
Learning Management
System (LMS): LMS di Telkom University adalah sistem
yang terintegrasi dengan kurikulum universitas, menyediakan platform untuk
dosen mengunggah materi kuliah, tugas, dan pengumuman. Ini juga memfasilitasi
diskusi online, ujian, dan penilaian, membuat proses pembelajaran lebih
interaktif dan dapat diakses dari mana saja.
Puti:
Merupakan aplikasi yang mendukung kegiatan ekstrakurikuler dan non-akademik,
seperti pendaftaran klub, organisasi mahasiswa, dan kegiatan sukarela. Puti
juga menyediakan platform untuk mahasiswa mengelola proyek-proyek riset dan
inovasi, mendukung kolaborasi antar disiplin ilmu dan pengembangan profesional
mahasiswa.
Materi Kesehatan Mental
oleh Ibu Toetiek Septriasih, M.Psi
Dalam sesi yang diisi
oleh Ibu Toetiek Septriasih, M.Psi, mahasiswa baru di Telkom University
diberikan pemahaman mendalam tentang kesehatan mental yang merupakan komponen
krusial dari keberhasilan akademik dan kesejahteraan pribadi. Fokus utama sesi
ini adalah membekali mahasiswa dengan alat dan sumber daya untuk mengelola
stres, kecemasan, dan depresi—yang sering kali menjadi tantangan utama selama
masa studi.
Pengenalan dan Pencegahan:
Ibu Toetiek memulai dengan mengedukasi mahasiswa tentang gejala umum gangguan
kecemasan dan depresi, serta bagaimana mengenali tanda-tanda awal
ketidakseimbangan mental pada diri sendiri dan orang lain. Beliau menekankan
pentingnya kesadaran diri dan literasi kesehatan mental sebagai langkah pertama
dalam pencegahan.
Strategi Manajemen Stres:
Dengan menggunakan kombinasi dari presentasi visual dan aktivitas interaktif,
Ibu Toetiek mengajarkan teknik-teknik manajemen stres yang praktis. Ini
termasuk teknik pernapasan, mindfulness, dan meditasi, serta kegiatan fisik
yang dapat membantu menurunkan tingkat stres. Mahasiswa juga diajarkan tentang
pentingnya rutin tidur yang baik, nutrisi, dan jadwal belajar yang terorganisir
untuk menjaga kesehatan mental.
Sumber Daya Dukungan:
Lebih lanjut, sesi ini juga memperkenalkan berbagai sumber daya dukungan yang
tersedia di universitas, termasuk konseling individu dan grup, workshop
kesehatan mental, dan program bimbingan peer. Ibu Toetiek menjelaskan prosedur
untuk mengakses layanan konseling di kampus dan memotivasi mahasiswa untuk
tidak ragu mencari bantuan profesional ketika menghadapi masalah kesehatan
mental.
Pembentukan Komunitas
Dukungan: Sesi ini juga menekankan pentingnya membangun
komunitas dukungan di antara mahasiswa, di mana mereka dapat saling membantu
dan memberikan dukungan emosional. Ibu Toetiek mendorong mahasiswa untuk
berpartisipasi dalam klub dan aktivitas sosial sebagai cara untuk membangun
jaringan pendukung dan mengurangi perasaan isolasi.
Wawasan Kebangsaan:
Menanamkan Semangat Nasionalisme
Sesi ini dilakukan
melalui kombinasi ceramah dan diskusi panel yang melibatkan beberapa pemateri,
termasuk dosen dan praktisi yang ahli dalam bidang teknologi dan inovasi
sosial. Fokus sesi adalah integrasi nilai-nilai nasionalisme dalam kerangka
penggunaan teknologi untuk pembangunan sosial dan ekonomi Indonesia.
Teknologi sebagai Alat
Pembangunan: Para pemateri mengeksplorasi contoh
konkret bagaimana teknologi telah digunakan untuk mengatasi berbagai tantangan
sosial di Indonesia, seperti inovasi dalam agrikultur untuk meningkatkan
produksi pangan, penggunaan teknologi informasi untuk pendidikan di daerah
terpencil, dan penerapan sistem teknologi untuk memperkuat infrastruktur
nasional.
Pengurangan Kesenjangan
Sosial: Diskusi ini juga membahas bagaimana teknologi dapat
memainkan peran dalam mengurangi kesenjangan sosial dengan menyediakan akses
yang lebih luas kepada pendidikan dan kesempatan ekonomi. Ini termasuk
pengenalan kepada inisiatif pemerintah dan swasta yang telah berhasil
menggunakan teknologi untuk memberdayakan komunitas marginal.
Kewarganegaraan Digital:
Sebuah komponen penting dari sesi adalah konsep 'kewarganegaraan digital', di
mana mahasiswa diajak untuk memikirkan tanggung jawab mereka sebagai warga
negara dalam menggunakan teknologi secara etis dan bertanggung jawab. Diskusi
ini menyoroti bagaimana mahasiswa dapat berkontribusi pada pembangunan nasional
melalui inovasi yang berkelanjutan dan inklusif.
Kontribusi Mahasiswa
untuk Nasionalisme Teknologi: Para mahasiswa
diberikan platform untuk mengajukan ide dan proyek yang dapat mendukung visi
Indonesia 2045, sebuah inisiatif nasional untuk mencapai masyarakat yang adil
dan makmur melalui penerapan teknologi yang inovatif dan inklusif.
Sesi ini ditutup dengan
pesan bahwa sebagai bagian dari generasi yang akan mengambil alih kepemimpinan
di masa depan, mahasiswa Telkom University memiliki peranan penting dalam
memanfaatkan teknologi untuk kemajuan bangsa, sejalan dengan nilai-nilai nasionalisme
dan kebhinekaan.
Hari 2: Menatap Masa
Depan di Era 5.0
Hari kedua dari Program
Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Telkom University
Surabaya mengedepankan tema "Menatap Masa Depan di Era 5.0". Fokus
hari ini adalah mengembangkan pola pikir yang resilien dan adaptif di tengah
laju perubahan teknologi yang semakin cepat, serta memahami pentingnya
kecerdasan sosial dan empati dalam penerapan teknologi.
Pengembangan Pola Pikir
untuk Era 5.0
Sesi pertama hari ini
dibuka dengan diskusi panel yang melibatkan beberapa tokoh pendidikan dan
teknologi. Para pembicara mengulas tentang perubahan paradigma dalam pendidikan
tinggi yang dituntut oleh kecepatan inovasi di era digital. Mereka menekankan bagaimana
teknologi tidak hanya mengubah cara kita belajar, tetapi juga bagaimana kita
berinteraksi dalam masyarakat. Lebih dari itu, sesi ini menyentuh tentang
bagaimana mahasiswa dapat mengembangkan empati dan kecerdasan sosial untuk
memastikan bahwa penggunaan teknologi mereka bertanggung jawab dan inklusif.
Presentasi Lomba Karya
Tulis Ilmiah (LKTI) dan Pola Pikir Prestatif
Selanjutnya, sesi kedua
difokuskan pada pengembangan kemampuan akademis dan inovatif melalui Lomba
Karya Tulis Ilmiah. Peserta diajak untuk mengembangkan ide-ide yang bisa
memberikan solusi nyata untuk masalah-masalah sosial, lingkungan, dan
teknologi. Dalam konteks ini, mahasiswa diperkenalkan dengan metodologi
penelitian dasar, cara menulis proposal yang efektif, dan pentingnya kritis
serta inovatif dalam memandang masalah. Kesempatan ini bukan hanya sebagai
ajang kompetisi, tetapi juga sebagai platform untuk melatih dan memperkuat pola
pikir prestatif—yakni kemampuan untuk melihat kegagalan sebagai bagian dari
proses belajar dan inovasi.
Materi “Embrace Your
Confidence” oleh Bapak Tectony Rachman
Bapak Tectony Rachman,
seorang ahli motivasi dan pengembangan diri, mengisi sesi berikutnya dengan
tema “Embrace Your Confidence”. Melalui sesi ini, Bapak Tectony mengajak
mahasiswa untuk memahami dan mengatasi hambatan psikologis yang seringkali
menghalangi kesuksesan, seperti rasa takut akan kegagalan dan rendah diri.
Dengan menggunakan contoh dari pengalaman pribadi dan profesional, beliau
memberikan wawasan tentang cara-cara meningkatkan kepercayaan diri, pentingnya
menjaga sikap positif, serta strategi untuk menjaga kesehatan mental dan fisik
sebagai aset penting dalam menghadapi tantangan akademik dan profesional.
Hari 3: Teknologi dan
Inovasi sebagai Penggerak Masa Depan di Telkom University Surabaya
Perkenalan Organisasi
Mahasiswa
Hari ketiga PKKMB di
Telkom University Surabaya membuka dengan sesi intensif yang memperkenalkan
struktur organisasi mahasiswa, yang meliputi Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM),
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan Himpunan Mahasiswa (HIMA) dari 11 program
studi yang berbeda. Sesi ini tidak hanya sekedar perkenalan namun juga sebagai
platform untuk memahami bagaimana struktur ini berfungsi dalam mendorong
keterlibatan mahasiswa dalam berbagai inisiatif kampus dan luar kampus.
DPM dan BEM:
Fokus diberikan pada bagaimana organisasi-organisasi ini beroperasi untuk
mewakili kepentingan mahasiswa, mengorganisir kegiatan yang mempromosikan
kegiatan akademik dan sosial, serta mengembangkan keterampilan kepemimpinan
mahasiswa. Mahasiswa diinformasikan tentang cara mereka bisa berkontribusi dan
mengambil peran aktif dalam organisasi ini untuk mendapatkan pengalaman praktis
dalam kepemimpinan dan manajemen.
HIMA:
Setiap program studi memiliki Himpunan Mahasiswa yang terlibat dalam
mengembangkan kompetensi khusus sesuai dengan disiplin ilmu mereka. Melalui
HIMA, mahasiswa dapat terlibat dalam proyek-proyek penelitian, kompetisi
ilmiah, dan kegiatan yang meningkatkan keterampilan profesional yang relevan
dengan bidang studi mereka.
Pemaparan Materi
Teknologi dan Inovasi
Tema besar untuk sesi
teknologi adalah "Forward-Thinking and Tech-Savvy Individuals are Ready
for the Future". Dalam sesi ini, para peserta diperkenalkan dengan inovasi
terbaru yang telah dikembangkan oleh mahasiswa dan dosen Telkom University.
Proyek Inovasi:
- Smart Tani:
Proyek ini menunjukkan penggunaan teknologi dalam pertanian untuk
meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Smart Tani menggunakan teknologi
Internet of Things (IoT) untuk memantau dan mengatur distribusi air dan
nutrisi ke tanaman secara otomatis.
- LeFeeder untuk Perikanan:
Inovasi ini berfokus pada pemberian pakan ikan secara otomatis yang dapat
menyesuaikan frekuensi dan jumlah pakan berdasarkan kebutuhan ikan, yang
dipantau melalui sensor.
- Smart Farming untuk Ayam:
Mengintegrasikan teknologi untuk memantau kesehatan dan kondisi ayam,
memastikan bahwa lingkungan kandang optimal untuk pertumbuhan ayam.
Pengembangan Desa dan
Kota Pintar: Kerjasama dengan Adides dan aplikasi
teknologi dalam proyek desa pintar untuk memajukan pembangunan berkelanjutan
dan pemberdayaan masyarakat. Ini termasuk penerapan prinsip-prinsip
sustainability dan circular technology dalam mengelola sumber daya dan limbah.
Pencegahan dan Penanganan
Kekerasan Seksual, Kode Etik, dan Syarat Kelulusan
Sesi ini sangat kritis
dalam membangun kesadaran dan komitmen terhadap lingkungan akademik yang aman
dan kondusif. Telkom University menegaskan kembali kebijakannya yang keras
terhadap segala bentuk kekerasan seksual melalui pemaparan kebijakan Pencegahan
dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).
PPKS:
- Dasar Hukum dan Prinsip:
Universitas mengikuti pedoman hukum yang ketat dan berprinsip pada
keadilan dan kesetaraan gender, menekankan kepentingan terbaik bagi
korban.
- Sasaran PPKS:
Program ini melibatkan mahasiswa, pendidik, tenaga kependidikan, serta
warga kampus dan masyarakat umum yang berinteraksi dengan universitas.
Kode Etik dan Syarat
Kelulusan:
- Transkrip Aktivitas Kemahasiswaan
(TAK): Dijelaskan cara mendapatkan TAK yang mencatat
partisipasi dalam kegiatan non-akademik sebagai persyaratan kelulusan.
- Indeks Keaktifan Kumulatif (IKK):
Mahasiswa didorong untuk aktif dalam kegiatan kampus sebagai bagian dari
evaluasi mereka.
Keseluruhan sesi di hari
ketiga ini tidak hanya meningkatkan kesadaran tentang potensi aplikasi
teknologi tetapi juga menanamkan nilai-nilai etik dan tanggung jawab sosial.
Ini merupakan penutup yang kuat untuk PKKMB, menyiapkan mahasiswa dengan
pengetahuan dan keterampilan yang mereka butuhkan untuk menjadi pemimpin dan
inovator di masa depan yang bertanggung jawab dan etis.
Pesan dan Kesan PKKMB
Telkom University Surabaya 2024
Menginjakkan kaki pertama
kali di kampus Telkom University Surabaya, saya langsung merasakan getaran
penuh inspirasi—seolah setiap sudut kampus berbisik tentang inovasi dan
kemungkinan. PKKMB 2024 bukan hanya sebuah orientasi; itu adalah portal menuju
era baru, sebuah ajang di mana setiap sesi, setiap kata, membuka pikiran kami
menuju masa depan yang tak terbatas.
Pesan:
Dari hari pertama,
suasana penuh antusiasme menyelimuti setiap momen. Sambutan hangat dari para
senior dan staf, kombinasi sempurna antara pengetahuan akademik dan
keterampilan praktis yang disajikan, serta kejelasan visi universitas untuk
masa depan teknologi dan inovasi, semua itu memberikan energi yang berbeda.
Kami tidak hanya diajarkan tentang teori-teori yang akan kami pelajari lebih
lanjut, tetapi juga tentang bagaimana mengaplikasikan ilmu tersebut untuk
memecahkan masalah nyata di masyarakat.
Sesi tentang kecerdasan
sosial dan teknologi pada hari kedua membuka mata saya terhadap tanggung jawab
sosial yang kami miliki sebagai generasi mendatang. Melihat bagaimana teknologi
bisa digunakan untuk kebaikan umum, untuk membangun bukan hanya karir yang
sukses tetapi juga masyarakat yang lebih adil dan berkelanjutan, sungguh
memotivasi.
Kesan:
Pada hari ketiga, saat
kami mendalami lebih jauh tentang inovasi yang telah dihasilkan oleh mahasiswa
dan dosen—dari Smart Farming hingga inisiatif Smart Village—saya merasa bangga
dan terhormat bisa menjadi bagian dari komunitas akademis yang tidak hanya
mengajarkan kami cara membuat perbedaan tetapi juga memberi kami alat untuk
melakukannya.
Keseriusan Telkom
University dalam menangani isu-isu seperti kekerasan seksual dan pentingnya
kode etik dan integritas akademik sangat menggugah. Ini menunjukkan bahwa kami
berada di tempat yang tidak hanya mendorong kecemerlangan akademis tetapi juga
keutuhan moral dan keadilan sosial.
Dengan berakhirnya PKKMB,
saya tidak hanya membawa pulang pengetahuan dan inspirasi, tetapi juga
kepercayaan diri dan komitmen yang baru. Saya merasa dilengkapi, didukung, dan
diinspirasi oleh setiap orang yang saya temui. Dengan tulus saya dapat mengatakan
bahwa PKKMB 2024 bukan sekadar pengenalan; itu adalah deklarasi dari perjalanan
mendebarkan yang akan kami lakukan sebagai mahasiswa di Telkom University, di
mana teknologi dan nilai kemanusiaan bersatu untuk merancang masa depan.
Terima kasih, Telkom
University, atas pengalaman luar biasa ini. Saya siap untuk memanfaatkan setiap
peluang, mengatasi setiap tantangan, dan berkontribusi penuh pada perjalanan
inovatif yang telah Anda persiapkan untuk kami.



Comments
Post a Comment